PANGKALPINANG — Tongkat komando tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi berganti. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pergantian kepemimpinan di tubuh Polri tersebut mendapat perhatian dari kalangan insan pers di daerah.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPW SWI) Kepulauan Bangka Belitung, Restu Palgunadi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru Polri mampu memperkuat profesionalisme, integritas, transparansi, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama seluruh jajaran DPW SWI Babel, saya mengucapkan selamat bertugas kepada Kapolri dan Wakapolri yang baru dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan membawa Polri semakin profesional, transparan, serta semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Restu.
SWI Babel Soroti Sinergi Polri dan Pers
Menurut Restu, pergantian pucuk pimpinan Polri bukan hanya menjadi momentum perubahan struktur kepemimpinan, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan insan pers.
Ia menilai komunikasi yang sehat antara aparat penegak hukum dan media diperlukan untuk membangun ruang informasi publik yang terbuka, akurat, serta bertanggung jawab.
“Kami berharap tercipta ruang kerja yang kondusif antara Polri dan insan pers. Jurnalisme yang bertanggung jawab perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang profesional dan adil. Di sisi lain, kebebasan pers juga harus tetap dihormati,” katanya.
Restu menegaskan, pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Karena itu, menurut dia, hubungan antara kepolisian dan media perlu dibangun melalui komunikasi, keterbukaan informasi, dan saling menghormati tugas masing-masing.
Harapan untuk Polri di Bawah Kepemimpinan Baru
Restu berharap Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Wakapolri Wahyu Hadiningrat dapat menjalankan amanah dengan mengedepankan profesionalisme, integritas dan kepastian hukum.
“Polri yang kuat bukan hanya dilihat dari ketegasan dalam penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan memberikan rasa aman, pelayanan yang baik, serta keterbukaan kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan doa agar Kapolri dan Wakapolri yang baru senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin institusi Polri.
“Semoga kepemimpinan baru ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta terus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia,” pungkas Restu.
Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.













