⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Melayang Kiri
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Melayang Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner Header Utama
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Kranggan–Tembelok Kembali Disorot, Dugaan Tambang Laut Berulang

Tambang Laut Diduga Kembali Bergerak, Warga Desak APH Usut Aktor Utama

banner 120x600

BANGKA BARAT — Aktivitas tambang laut diduga kembali terjadi di perairan Kranggan, Kabupaten Bangka Barat. Padahal, kawasan tersebut sebelumnya baru saja menjadi lokasi penertiban aparat penegak hukum.

Laporan warga menyebut aktivitas serupa kini juga diduga mulai merambah kawasan perairan Tembelok. Kondisi itu memicu keresahan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

Sejumlah nelayan mengaku melihat pergerakan ponton pada malam hari. Aktivitas itu disebut berlangsung kembali hanya beberapa hari setelah operasi penindakan dilakukan.

“Kalau memang sudah ditertibkan, kenapa bisa muncul lagi? Masyarakat jadi bertanya, apakah efek jeranya benar-benar ada,” ujar seorang warga pesisir kepada media ini, Sabtu (30/5/2026).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik soal efektivitas penegakan hukum. Sebab, pola yang sama disebut terus berulang: penertiban dilakukan, namun aktivitas diduga kembali muncul dalam waktu singkat.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan semata soal pelanggaran hukum. Aktivitas tambang laut dinilai berpotensi mengancam ekosistem perairan, merusak habitat biota laut, dan mengganggu mata pencaharian nelayan tradisional.

Warga juga meminta aparat tidak hanya berhenti pada penyitaan alat atau penindakan pekerja lapangan. Penanganan dinilai harus menyentuh pihak yang diduga mengendalikan aktivitas, termasuk jika ditemukan adanya pemodal maupun jaringan pengorganisir.

“Kalau hanya pekerja lapangan yang ditindak, masalah ini tidak akan selesai. Yang harus dibongkar adalah aktor utamanya,” kata warga lainnya.

Pengamat lingkungan menilai, pengawasan wilayah pesisir perlu diperkuat agar kerusakan ekosistem tidak semakin meluas. Laut yang rusak berpotensi membutuhkan waktu panjang untuk pulih, bahkan dapat memengaruhi rantai ekonomi masyarakat pesisir.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah aparat penegak hukum di Bangka Barat. Akankah penindakan berhenti pada operasi sesaat, atau bergerak lebih jauh menelusuri dugaan jaringan di balik aktivitas yang terus berulang?

Masyarakat berharap ada langkah konkret. Tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut bagi generasi mendatang.(ZA-red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Di Tengah Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner Setelah Pos Terkait
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *