DEPOK, 9 Agustus 2026 — Dinamika menjelang Musyawarah Nasional (Munas) DPP Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu (M1R SSB) mendapat perhatian serius dari jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) M1R SSB Kota Depok.
Melalui rapat koordinasi yang digelar Minggu, 9 Agustus 2026, DPC M1R SSB Kota Depok mengambil sikap resmi terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di internal organisasi menjelang pelaksanaan forum nasional tersebut.
Rapat tidak hanya membahas soal waktu pelaksanaan Munas. Jajaran DPC turut menyoroti kesiapan kepanitiaan, aspek administrasi dan teknis, koordinasi organisasi, hingga pentingnya memastikan seluruh tahapan Munas memiliki landasan yang jelas sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO).
Dari pembahasan tersebut, DPC M1R SSB Kota Depok menghasilkan tiga poin utama yang menjadi sikap resmi organisasi di tingkat cabang.
Dukung Penundaan Munas
Poin pertama, DPC M1R SSB Kota Depok menyatakan dukungan terhadap Surat Edaran Plt. Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP M1R SSB mengenai penundaan pelaksanaan Munas.
Dukungan itu didasarkan pada pertimbangan bahwa forum tertinggi organisasi harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi administratif, teknis maupun organisatoris.
Bagi DPC M1R SSB Kota Depok, Munas tidak semestinya dipandang sebatas agenda rutin atau seremonial. Forum tersebut memiliki posisi strategis karena akan menentukan arah perjalanan organisasi sekaligus kepemimpinan M1R SSB ke depan.
Karena itu, menurut DPC, seluruh proses menuju Munas perlu dipastikan berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan aturan organisasi.
Soroti Kepanitiaan dan Kepatuhan Aturan
Sikap kedua berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepanitiaan Munas.
DPC M1R SSB Kota Depok menyatakan menolak segala bentuk kinerja kepanitiaan Munas yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART maupun Peraturan Organisasi (PO).
Penegasan tersebut, menurut DPC, bukan dimaksudkan untuk memperlebar perbedaan di tubuh organisasi. Sebaliknya, sikap tersebut diposisikan sebagai bentuk pengingat bahwa setiap agenda organisasi harus memiliki dasar aturan, kewenangan dan mekanisme yang jelas.
Terlebih, dalam surat pemberitahuan DPP M1R SSB Nomor 01/SU/DPP/M1R-SSB/VIII/26, disebutkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan, termasuk administrasi, teknis, koordinasi serta dasar organisatoris kepanitiaan.
Dalam konteks tersebut, DPC M1R SSB Kota Depok menilai kepatuhan terhadap AD/ART dan PO menjadi bagian penting dalam menjaga legitimasi proses maupun keputusan yang nantinya dihasilkan melalui Munas.
Siap Dorong Kader Terbaik
Selain persoalan penundaan dan mekanisme pelaksanaan Munas, DPC M1R SSB Kota Depok juga menyampaikan sikap terkait kepemimpinan organisasi.
DPC menyatakan siap mendorong kader terbaik untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk partisipasi DPC dalam proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya mendorong lahirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat soliditas organisasi.
DPC berharap Munas nantinya benar-benar menjadi ruang demokratis bagi seluruh kader untuk menentukan pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, rekam pengabdian dan kemampuan membawa M1R SSB bergerak lebih solid.
Perbedaan Pandangan Diminta Tidak Menjadi Perpecahan
Di tengah dinamika yang berkembang, DPC M1R SSB Kota Depok juga menyerukan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang merusak persatuan organisasi.
Menurut DPC, perbedaan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan semestinya diselesaikan melalui mekanisme internal serta komunikasi yang konstruktif.
Seluruh pengurus dan kader juga diharapkan menahan diri dari tindakan yang dapat memperlebar perbedaan sebelum adanya keputusan organisasi yang sah.
DPC M1R SSB Kota Depok meminta seluruh pihak menghormati proses organisasi hingga ditetapkannya keputusan serta jadwal Munas yang baru sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin seluruh proses organisasi berjalan tertib, sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi. Yang terpenting adalah menjaga persatuan serta memastikan Munas nantinya berlangsung dengan mekanisme yang jelas dan memiliki legitimasi yang kuat,” demikian substansi sikap DPC M1R SSB Kota Depok.
Keputusan Tingkat Cabang
Pernyataan sikap tersebut merupakan hasil rapat koordinasi DPC M1R SSB Kota Depok pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Dokumen pernyataan sikap ditetapkan dan ditandatangani oleh:
IBRAHIM ELY
Ketua DPC M1R SSB Kota Depok
REYMOND LOUHENAPESSY
Sekretaris DPC M1R SSB Kota Depok
Tembusan:
Pembina
Penasehat
DPC M1R SSB Kota Depok menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan sikap organisasi di tingkat cabang.
Di tengah proses menuju Munas, DPC berharap seluruh pihak tetap mengedepankan ketertiban organisasi, menjaga soliditas kader dan menghormati aturan yang menjadi dasar bersama.
Bagi DPC M1R SSB Kota Depok, agenda Munas pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi juga bagaimana proses pengambilan keputusan tersebut dibangun secara tertib, transparan dalam mekanisme organisasi, serta memiliki legitimasi yang kuat.














