Katingan — Upaya aparat memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan mulai menunjukkan hasil. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah berhasil mengamankan seorang pria berinisial S alias A, yang diduga memiliki keterkaitan dengan insiden berdarah saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran pascaperistiwa yang menyebabkan gugurnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra ketika menjalankan tugas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, S alias A diamankan di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Saat ditemukan, ia berada di sebuah lanting sedot emas bersama istrinya.
Proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Aparat menyebut terduga pelaku bersikap kooperatif ketika diminta menyerahkan diri sebelum akhirnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Polda Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, membenarkan keberhasilan tim gabungan dalam mengamankan seorang terduga pelaku.
“Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku,” kata Iwan di Katingan, Jumat.
Meski satu orang telah diamankan, penyidikan belum berhenti. Tim gabungan masih bergerak memburu sejumlah pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian tersebut.
Menurut Kapolda, pengembangan perkara terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa sekaligus memastikan setiap orang yang diduga terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” ujarnya.
Perkara ini menjadi salah satu prioritas penanganan Polda Kalimantan Tengah mengingat insiden tersebut merenggut nyawa seorang anggota kepolisian yang sedang melaksanakan operasi pemberantasan narkotika.
Kapolda menegaskan jajarannya akan mengawal proses penyidikan hingga tuntas. Ia juga mengajak masyarakat mendukung upaya aparat yang masih bekerja di lapangan.
“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku,” tegas Iwan.






